RAJA-RAJA SOPPENG

PENDAHULUAN

Kompleks makam kuno Jera LompoE yang berlokasi di Desa Bila Kec. Lalabata, Kab. Soppeng, Provinsi Sulawesi Selatan adalah sebuah kompleks makam Raja-Raja Soppeng yang cukup memiliki nilai-nilai arkeologis dan historis karena mempunyai bentuk yang sangat antik.
Pada abad ke XVII Raja-Raja soppeng telah mempunyai peranan percaturan politik pada zaman tersebut.
Antara lain : Latenri Bali Raja Soppeng ke XV dan Weada Raja Soppeng ke XVI.
Dari bentuk dan letak makam tesebut meyakinkan makam tersebut adalah makam Islami tapi masih dipengaruhi oleh tradisi megalithik juga sangat sederhana bila dibandingkan dengan makam lainnya di Sulawesi Selatan.
Pemugaran kompleks makam kuno Jera Lompoe dapat diselesaikan dengan tiga tahap yaitu dimulai pada tahun anggaran 1977-1978, dan selesai pada tahun 1979-1980.

MAKSUD DAN TUJUAN PEMUGARAN

Maksudnya ialah untuk melindungi dan melestarikan warisan Budaya bansa yang tak ternilai itu.
Berdasarkan Monumenten Ordonantic No. 238 tahun 1931 yaitu peraturan yang dibuat oleh penerintahan Belanda, masih di berlakukan pada saat ini untuk melarang merusak, memindahkan dan mengotori peninggalan sejarah dan purbakala sebagai unsure kebudayaan bangsa Indonesia.


TUJUAN PEMUGARAN

Pemugaran bertujuan menyelamatkan dan memelihara warisan budaya bangsa serta mengembangkannya agar dapat menunjang kembali kegairahan kehidupan nasional menjadi sumber inspirasi. Daya cipta kehidupan bangsa sekaligus menjadi landasan lesadaran Nasional yang mantap dalam rangka membina dan mengembangkan kepribadian bangsa, pemugaran secara khusus bertujuan untuk medya pendidikan objek pengembangan ilmu pengetahuan dan dapat di manfaatkan untuk objek pariwisata.
Pemugaran dibiayai oleh proyek pemugaran dan pemeliharaan peninggalan sejarah dan purbakala Sulawesi selatan sebesar Rp.36920.000 (Tiga puluh enam juta sembilan ratus dua puluh rupiah ).

LOKASI

Lokasi makam terletak di tengah-tengah kota Watansoppeng, Ibukota Kabupaten Soppeng.
Berada di Desa Bila Kec. Lalabata tepatnya 800 meter di sebelah barat kantor Bupati Kepala Daerah Tingkat II Soppeng,terletak 170 km di sebelah Timur Laut Ujung Pandang.
Letak makam di atas bukit 135 m dp atas permukaan laut dengan di kelilingi oleh tanah yang lebih rendah, ideal untuk tepat istirahat dan rekreasi.

TIPE MAKAM

Makam yang berbentuk sebuah kotak batu persegi empat pada dinding sebelah utara dan selatan di bagian atsnya dibuat meruncing di bagian tengah.
Makam yang secara susun timbun dengan menyusun balok-balok batu persegi dan di atasnya di tutupi dengan atap, dan bentuknya menyerupai bentuk atap rumah Bugis / Makassar.
Diatas atap di tancapkan batu Njsan dan jenisnya Vulkanik yang keras dengan ukuran yang cukup.
DATA ARKEOLOGI

Bentuk makam pada kompleks makam Jera LompoE lebih sederhana bila dibandingkan dengan makam Raja-Raja Islam lainnya di Sulawesi selatan.
Berarti makam No. 3 bentuknya sangat sederhana.Secara keseluruhan bentuk makam sama bangunan Rumah dengan bangunan atap Rumah Bugis / Makassar di atasnya di tancapkan nisan besar satu atau dua buah mengingatkan kita batu megalithik.
Keunikan yang dimiliki Makam Jera’ LompoE ialah dengan memiliki nisan yang berbentuk keris dua buah dengan hiasan ukiran tumbuh-tumbuhan.
Gaya hias menunjukkan transisi antara pra Islam dan Islam.


DATA HISTORIS

Rakyat dapat dicapai
Awal abad ke XIV di Soppeng terdapat berbagai kelompok masyarakat, didalam Lontara disebutkan 60 orang MAtoa tidak ada kerja sama mengakibatkan perdamaian pada saat itu tidak pernah terwujud.
Mereka sadar akan pentingnya peraturan dan memerlukan seorang pemimpin yang berwibawa akan mengatur mereka kepada kedamaian dan kesentosaan.
Di dalam Lontara disebutkan Manurung, dan Tomanurung inilah yang menjadi wakil kelompok masyarakat atau Matoa. Daeng manurung yang diberi nama Temmamala diangkat menjadi Raja Soppeng dengan gelar Datu Soppeng, berangsur-angsur kemakmuran rakyat dapat di capai.
Puang LIpue mengikat perjanjian dengan kerajaan Bone dibawah kepemimpinan Raja Bone ke VIII La Tenri Rawe Bongkange ( MatinroE ri Gurinna )dan dengan Lamungkace Raja Wajo dengan gelar Tellung PoccoE ( Lamung Pitue Timurung ) artinya mengadakan persekutuan tiga Negara ( Bone, Soppeng, Wajo ) dengan tujuan bersatu kedalam dan keluar terhadap kerajaan lain.


TUGAS SUAKA PENINGGALAN SEJARAH DAN PURBAKALA

1. Menyelenggarakan pendokumentasian.
2. Menyelenggarakan pemeliharaan
3. Menyelenggarakan perlindungan
4. Menyelenggarakan pemugaran
5. Menyelenggarakan penyuluhan

ARKEOLOGI ATAU ILMU PURBAKALA

Adalah ilmu yang mempelajari peninggalan-peninggalan sejarah dan purbakala untuk menyusun kembali kehidupan manusia dan masyarakat masa lampau.


PENINGGALAN SEJARAH DAN PURBAKALA

Adalah semua peninggalan kebudayaan masa lampau yang masih dapat kita temui sampai kini berupa bekas-bekas pemikiman, alat-alat kerja, perkakas rumah tangga, alat upacara keagamaan, arca-arca, hasil seni lain. Bidang tanah yang sangat mengandung peninggalan Purbakala atau pernah terjadi peristiwa sejarah, tulang belulang manusia purba yang sudah membatu.


MOTTO

Masa lalu ….. masa kini ………….. masa dating adalah kesatuan yang dirangkaikan oleh waktu.
Masa kini adalah hasil dari pada ketentuan-ketentuan masa lalu.
Masa dating ditentukan oleh perkembangan masa kini.
Mengenal masa lalu berarti membekali diri menyongsong masa dating.
Mengenal masa lalu dan berpijak maa kini berarti berjalan lurus di atas rel sejarah menyongsong masa datang.

YANG PERLU ANDA KETAHUI DI DALAM PENGAMANAN BANGUNAN PURBAKALA
1. Monumenten Ordonantie, stb. 238 1932
2. Instruksi Mendagri tanggal 5 Pebruari 1960, No. 65/1/7/60.
3. Keputusan Presiden RI. No. 372-72, tanggal 15 Pebruari 1962.
4. Instruksi Mendikbud RI,tgl. 15 Agustus 1972
5. Instruksi Pang. Kouk. Tgl. 8 Januari 1973
6. Instruksi Mendikbud, tgl 6 Januari 1973, No. 01/A/1/1973
7. Surat Kepala Kepolisian RI, tgl. 23 April 1973, No. Juklak/Lit/IV/1973.
8. Surat Kapolri tgl. 10 Januari 1976, No. Pol, Polsus/17/I/1976.
9. Keputusan bersama Menteri Perdagangan, Keuangan dan Gubernur Bank Sentral.
10. Instruksi Mendagri No. 432.17 tanggal 20 Pebruari 1982 (terhimpun dalam satu peraturan).

SUSUNAN RAJA-RAJA SOPPENG

1 LATEMMAMALA 19 LA TEMMASENGE
2 LA MARAJA CINNA 20 LA PADANG SEJATI
3 LA BALLA 21 LAPAREPA TOSAPPEWALI
4 WE TEKKE WANUA 22 BATARI TOJA
5 LA MAKKANENGNGA 23 LA ODDANG
6 LA KARELLA 24 BATARI TOJA
7 LA PAWISEANG 25 -
8 LA PASAMPOI 26 LA TONGENG
9 LA MANNUGA TOKARANCA 27 LA MAPPAJANCI 1780
10 LA DENGMABOLONGGE 28 LA MAPPAPOLEONRO
11 LA MATA ESSO 29 TENRIAWARU ( P. LUWU ) XXIII
12 LA SEKATI 30 TENRI AMPARENG
13 LA MAPPALEPPE : 1582 31 LA UNRU
14 BEOWE : 1609 32 LAONRONG ( DT. PATIRO )
15 LA TENRI BALI 33 TOLEPPENG 1823
16 WE ADA 34 ABD. CANI
17 LA TENRI SENGE 35 ST. SAINAB 1825
18 LA PATAU MATTANATIKKA 36 LA WANA


PERJANJIAN TELLU POCCOE

Yaitu :
1. Raja Soppeng La Mappaleppe Patolae
2. Raja Bone Latenri Rawe Bongkange
3. Arung MAtoa Wajo Lamungkace

Isi Perjanjian : Disebut Tellu Poccoe atau Lamaung Patue Ritimurung tahun 1582 bertempat di Bunne / Desa Alamung Patue Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone.
Adapun isi perjanjian dalam Bahasa Bugis berbunyi :
Malilu sipakainge, rebba sipatokkong sipodapi, riperi nyameng, tellu tessibaiccukeng, tessi accinaiyang ulaweng matasa, patola malampe warang parang maega, iyyatea ripakainge, iyya riduai, idi tellu massiajing, mappada orowane se ina se ama. Tanata Tellu, Bone, Wajo, Soppeng, manguru ja, manguru deceng sewwa Matoa, sewwa ana tengnga, sewwa paccucung, matula parajo, tellu massiajing. Namana eppo, tenna wawa tomate. Tari adanna tanae iyya tellu massiajing. Iyyapa namarusa, marusapa paratiwi.

3 komentar:

adnan maramba datu IV mengatakan...

Kami Sangat Ingin mengenal langsung Secara Pribadi Kepada Pemilik Blog ini Sungguh Mulia Hatinya dapat berbagi Info tentang Leluhur Kita, SALAM NUSATARA AGUNG

adnan maramba datu IV mengatakan...

Kami Sangat Ingin mengenal langsung Secara Pribadi Kepada Pemilik Blog ini Sungguh Mulia Hatinya dapat berbagi Info tentang Leluhur Kita, SALAM NUSATARA AGUNG

adnan maramba datu IV mengatakan...

Kami Sangat Ingin mengenal langsung Secara Pribadi Kepada Pemilik Blog ini Sungguh Mulia Hatinya dapat berbagi Info tentang Leluhur Kita, SALAM NUSATARA AGUNG

LWR